Legenda

Wapres Jusuf Kalla Dijadwalkan Hadiri MMAB 2016 di Parapat

Administrator | Rabu, 27 Juni 2016 - 13:57:03 WIB | dibaca: 690 pembaca

Ribuan warga dari berbagai lintas marga diperkirakan  akan menghadiri  Musyawarah Masyarakat Adat Batak (MMAB) 2016 di Lapangan Pagoda (Megawati) Kota Parapat Sumatera Utara. Kegiatan hasil gagasan Punguan Simbolon dohot Boruna yang akan digelar pada 29 hingga 31 Juli 2016 ini rencananya akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama rombongan di antaranya Panglima TNI, Kapolri,  enam Kementerian, DPR dan beberapa lembaga lainnya.

"Kegiatan ini merupakan satu semangat baru yang sengaja digulirkan awalnya oleh Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia kemudian direspon seluruh puak Batak yakni, Puak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Tapsel dan Angkola," kata kordinator pelaksana wilayah kegiatan Muslim Simbolon, pada acara pra silaturrahmi Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (2/7/2016)

Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 tersebut, kata Muslim mengambil thema "Restorasi Lingkungan untuk Kehidupan yang Lebih Baik".

Menurut dia, kenapa Masyarakat Batak melakukan musyawarah sebab selama ini di negara Indonesia  masyarakat adat cenderung belum mendapat tempat dengan baik, meski dalam amandemen UUD 45, yakni Pasal 18 B ayat 2 telah dijelaskan bahwa negara mengakui dan menghormati hak-hak adat.

Namun, Muslim yang juga anggota DPRD Sumut itu menilai pada implementasi turunannya seperti Kepres maupun Perpres tidak ada,  sehingga masyarakat adat tidak mendapat tempat dalam kehidupan bernegara. "Kita melihat pembangunan di Indonesia, begitu juga pada rencana pengembangan Provinsi Sumut khususnya wilayah Danau Toba  justru tidak mendapat partisipasi aktif dari masyarakat, bahkan sama sekali tidak terlibat," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya ingin menyampaikan bahwa inilah masyarakat adat Batak, agar pembangunan di Sumut mendapat respon dan partisipasi aktif dari warganya tersebut.

Lebih jauh Muslim menekankan bahwa masyarakat adat Batak bukan hanya Toba, melainkan ada Mandailing, Tapsel, Karo Pakpak, Angkola dan Simalungun. "Makanya malam ini kita undang semua lintas marga tersebut untuk duduk bersama, berdiskusi dan untuk menyatukan agar konsep yang akan ditawarkan ketika Pak Wapres datang, pada musyawarah nanti sudah matang. Di sini kita tanpa membedakan agama," paparnya.

Muslim memaparkan bahwa ada sekitar 478 Marga yang dikatakan sebagai warga Batak di Sumut.

Sebelumnya  Sekjen Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) Pusat Brigjen TNI Drs Anton Simbolon MSi didampingi Ketua Panitia Pelaksana, Laksmana TNI AL Maruwaleh Simbolon menyampaikan,  persiapan kegiatan Musyawarah Masyarakat Adat Batak telah rampung dan pelaksanaanya telah tersosialisasi ke masyarakat khususnya di kawasan Danau Toba.  "Mereka bahkan menyatakan ikut berpartisipasi," ujarnya.

Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Parapat nanti, akan diramaikan beragam kegiatan, seperti atraksi pesawat tempur, terjun payung, penanaman 7700 pohon di kawasan Hutaginjang Silangit dan penaburan benih ikan untuk peremajaaan Danau Toba.

Sementara pra/hearing Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Medan diisi pembicara dari para tokoh di antaranya Ir Raden Simbolon (mewakili Batak Toba), Sada Asril Sembiring (Karo), Tampil Rambe (Angkola), Syamsudin Angkat (Pakpak), Dr Yusuf Harahap (Tapsel)(inimedanbungcom).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)