Pariwisata

JK: Tanah Sekitar Danau Toba Boleh Gersang, tetapi Otak Jangan

Administrator | Selasa, 02 Agustus 2016 - 10:17:10 WIB | dibaca: 1086 pembaca

Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang-bincang dengan tokoh masyarakat Batak dalam acara Wakil Presiden Jusuf Kalla berdiskusi dengan Masyarakat Adat Batak dan peserta Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon, Dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, Sabtu (30/7/2016).

MEDAN,

- Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong seluruh kelompok masyarakat yang ada di Sumatera Utara untuk terus bekerja sama mengembangkan Danau Toba.

"Tadi, saya lihat udara, tanah di kawasan Danau Toba gersang. Tanah boleh gersang tapi otak tidak boleh gersang. Tuhan punya keadilan untuk mengatur. Tentu semua harus kerja keras mengembalikan kejayaan Danau Toba," katanya saat memberikan kata sambutan di pembukaan acara Masyarakat Adat Batak dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon, Dohot Boruna Indonesia di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, Sumut, Sabtu (30/7/2016).

Selain itu, lanjut dia, untuk memajukan kawasan Danau Toba, dibutuhkan semangat untuk maju. Seluruh masyarakat dan pemerintah harus memiliki gelora untuk bekerja keras.

"Tidak hanya bicara adat sebagai peninggalan tapi bicara masa depan. Dunia saling bersaing dan bagaimana kekuatan negeri cukup besar. Bagaimana kembangkan dan usaha memperbaiki wisata," ujarnya.

Dia menambahkan, keindahan Danau Toba merupakan pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Oleh karena itu, masyarakat harus menjaga keindahan alam Danau Toba dengan tidak merusak lingkungan.

"Danau Toba adalah pemberian Tuhan. Karena itu, seluruh masyarakat harus bersyukur adanya danau yang besar itu. Pemandangan danau modal untuk mengembangkan wisata ini secara besar," katanya.

Dia mengungkapkan, pengembangan wisata danau merupakan tugas bersama. Masyarakat dan pelaku usaha harus memperbaiki pelayanan serta menyajikan makanan yang enak.

"Pelayanan itu, sisi senyum dan pelayanan dan makanan enak harus ada. Danau sebesar ini pemberian Tuhan mengapa dibiarkan, harus diatasi. Maka harus kerja sama, harus ada upaya besar untuk merestorasi," ujarnya.

Pemerintah sudah berupaya mengembangkan Danau Toba sebagai destinasi wisata utama Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung upaya mengembangkan Danau Toba dari berbagai aspek.

"Walaupun makanan orang Batak enak. Tapi makanan harus disesuaikan lidah orang asing. Jangan paksa orang makanan yang kita sukai," katanya.

Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Sabtu (30/7/2016), dengan judul: JK: Kawasan Danau Toba Gersang, Tapi Otak Jangan Gersang

 

Editor : Caroline Damanik
Sumber : Tribun Medan,










Komentar Via Website : 13
telepon murah
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
telepon murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)