Danau Toba

Ini Rencana Besar Jokowi Kembangkan Danau Toba

Administrator | Kamis, 04 Februari 2016 - 10:26:31 WIB | dibaca: 5001 pembaca

Jakarta -Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan keseriusan untuk mendorong pariwisata sebagai salah satu pendorong ekonomi. Beberapa lokasi telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas, salah satunya adalah Kawasan Wisata Danau Toba, Sumatera Utara.

Dalam rapat kebinet terbatas yang dipimpin oleh Jokowi siang ini, ada beberapa langkah disiapkan secara khusus. Pertama, diawali dengan pembersihan lokasi secara menyeluruh.

"Sekarang kotor sekali. Ada banyak peternak ikan dari yang kecil sampai yang besar yang setiap bulan memasukan pakan ternak 256 ton. 20% tidak dimakan ikannya, dan itu menjadi racun dan membuat bau airnya, kalau berenang bisa gatal-gatal," ungkap Menko Maritim Rizal Ramli di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Pemerintah memastikan tidak akan menggangu aktivitas nelayan, akan tetapi perlu ada penataan ulang. Misalnya dengan  menyediakan teknologi khusus untuk perikanan.

"Kita bantu dengan teknologi. Kita akan sediakan feeding box, alat kasih makan. Nanti ikannya makan sampai sore, nanti kalau tidak habis pakannya tidak jatuh ke bawah. setiap sore kita sedot dengan pompa. Jadi ikannya tetap hidup tapi juga tidak merusak lingkungan," paparnya.

Kedua, yaitu dengan optimalisasi hasil produksi dari kawasan setempat. Misalnya untuk buah-buahan, sayur-sayuran serta berbagai ragam makanan andalan danau Toba. Ada tujuh kabupaten berada di sekitar danau Toba dan seluruhnya sepakat dalam pengembangan tersebut..

"Kita tidak ingin daerah di sekitar danau Toba tidak menikmati kebangkitan danau toba sebagai destinasi. Kami ingin 7 kabupaten di sekitarnya ikut menarik manfaat dengan cara kami minta untuk setiap kabupaten memilih hal khusus," kata Rizal

Ketiga, adalah dari sisi konektivitas. Infrastruktur menjadi hal penting dalam pengembangan kawasan, sehingga jalan, bandar udara (bandara) serta pelabuhan bisa tersedia. Di antaranya adalah jalan lingkar di Pulau Samosir dan jalan tembus menuju Badanara Kualanamu.

"Akan dibangun jalan besar ke Kualanamu, sekarang kena macet 4-5 jam, nanti 1,5 jam. Menhub juga akan menyiapkan satu feri  selesai tahun ini supaya tersambung dari darat ke Samosir itu menggunakan kapal feri sebesar 300 GT," terangnya.

Kemudian perairan di antara Tano Ponggol dan Pulau Samosir akan diperdalam, agar bisa memudahkan kapal untuk masuk ke danau Toba.

"Kami minta Kementerian PUPR memperdalam memperluas ini sehingga nanti kapal wisata bisa keliling pulau danau Toba, sehingga kalian kalau mau honeymoon bisa denger musik di atas kapal kayak di Paris," kata Rizal.

Dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup akan disediakan lahan 500 ha. Ini bisa dihijaukan dan dikembangkan jadi wisata ekonomi.

Keempat adalah penguatan sisi sejarah dari danau Toba. Rizal menjelaskan bahwa terbentuknya danau tersebut dari 30.000 sebelum masehi. Saat ada ledakan besar dan membuat dunia gelap gulita tebaran abu. Ini merupakan sejarah dunia yang bisa menjadi daya tarik untuk datang ke danau tersebut.

"Kalau kita jelaskan dunia ini, akan banyak turis yang datang menyaksikan tempat kejadian itu," tegasnya.

Rencana ini akan dikerjakan nantinya oleh Badan Otoritas Kawasan Toba yang meliputi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten kota.

"Kami berterima kasih, karena jarang kejadian, 7 bupati sepakat bersama-sama mengembangkan  danau toba.  Kami akan menyerahkan kewenangan ke Badan otoritas. Sehingga otoritas bisa efektif. Istilahnya one location one management," ujar Rizal.(detikcom/mkl/hns)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)