Teknologi

Indosat Yakin Network Sharing Tak Ganggu Kompetisi

Administrator | Kamis, 03 November 2016 - 10:52:46 WIB | dibaca: 728 pembaca

Jakarta - Sejumlah pihak menyakini adanya kebijakan network sharing bakal merusak kompetisi di industri telekomunikasi. Tapi hal tersebut dibantah CEO Indosat Alexander Rusli.

Dijelaskan pria yang kerap disapa Alex ini, network sharing akan memberikan efesiensi. Hal ini telah dirasakan pihaknya setelah menerapkan berbagi jaringan lewat metode Multi Operator Radio Access Network (MORAN).

"Hematnya mencapai 30%," ungkap Alex saat ditemui usai acara IWIC 10 di kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Untuk makin menambah efesiensi, pihak Indosat akan menjalankan network sharing dengan metode Multi Operator Core Network (MOCN). Metode ini dapat memberikan efesiensi mencapai 40-50%.

Hanya saja metode ini belum bisa diaplikasikan. Ini lantaran peraturannya sendiri masih menunggu pengesahan oleh pemerintah.

"Network sharing dengan metode MORAN secara regulasi diperbolehkan. Sehingga tak ada peraturan perubahan pun kami akan tetap menggunakan. Yang tidak boleh MOCN," papar Alex.

Lebih lanjut pria berkacamata ini menjelaskan metode MORAN tidak akan menghilangkan kompetisi antar operator yang bekerja sama. Sebab yang dilakukan sharing hanya terbatas pada Radio Access Network (RAN) saja, sementara core-nya tidak.

"Layanan kembali ke core. Sementara yang di-sharing itu jangkauan radionya saja. Pembeda jasa operator itu dari core-nya," kata Alex

Saat ditanya pendapatnya soal anggapan network sharing membuat operator malas bangun jaringan baru. Alex tidak menampiknya.

Menurutnya di kondisi sekarang ini, membangun jaringan baru kurang menguntungkan bagi operator. Karena itu perlu ada mekanisme yang lebih hidup.

"Untuk suara pakai interkoneksi, membangun jaringan murah pakai loon. Banyak pula alternatif lain, misanya network sharing," pungkas Alex.

Seperti diketahui pemerintah tengah berupaya melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2000 yang mengatur tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53 tahun 2000 tentang frekuensi dan orbit satelit.

Dua pasal dari kedua PP yang menjadi titik krusial yakni Pasal 12 revisi PP 52 tahun 2000 dan pasal 25 revisi PP 53 tahun 2000. Pasal 12 revisi PP 52 tahun 2000 membahas mengenai network sharing.

Dalam revisi PP tersebut dijelaskan network sharing merupakan kewajiban seluruh operator telekomunikasi di Indonesia.

Sedangkan di Pasal 25 revisi PP 53 tahun 2000 diizinkan frekuensi atau spektrum yang dikuasai operator telekomunikasi dapat dipindahtangankan.

Padahal frekuensi merupakan sumberdaya terbatas yang dimiliki oleh negara dan tidak bisa perdagangkan atau dialihkan.

Menkominfo Rudiantara sendiri memang beberapa kali menyatakan rencananya untuk mendorong infrastructure sharing yang lebih aktif. Tujuannya, supaya bisa berdampak pada penghematan investasi dan devisa senilai sekitar USD 200 miliar.

Sejauh ini ada lima model network sharing, yakni CME Sharing, Multi Operator Radio Access Network (MORAN), Multi Operator Core Network (MOCN), Roaming, dan Mobile Virtual Network Operator (MVNO). (detikcom/afr/rou)

Solusi Hemat Telekomunikasi Untuk Korporat DariIndosat maupun Provider lainnya bisa anda dapatkan melalui MGM .










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)